📝Bulan Ramadhan selalu menjadi momen penuh kebersamaan dan kehangatan, terutama bagi para santriwati di pesantren. Tahun ini, mereka menantikan acara buka puasa bersama yang direncanakan dengan penuh semangat. Namun, takdir berkata lain. Hujan deras turun tanpa henti sejak sore, membuat rencana indah itu terpaksa dibatalkan. Rasa kecewa jelas terpancar di wajah para santriwati.💔
⛈️Meski sedih, mereka tak ingin membiarkan kekecewaan mengalahkan semangat berbagi. Mereka tahu bahwa para wali santri yang datang dari jauh tetap membutuhkan hidangan berbuka. Tanpa ragu, mereka memutuskan untuk tetap membagikan makanan berbuka, meskipun dalam kondisi hujan yang mengguyur pesantren. Dengan penuh keikhlasan, mereka mengangkat kotak-kotak makanan yang semula disiapkan untuk acara bersama, lalu berjalan menuju tempat para wali santri menunggu.💦

Sabtu 15 Maret 2025 M/15 Ramadhan 1446 H
💫Beberapa santriwati terlihat menggigil kedinginan karena pakaian mereka basah terkena hujan. Namun, mereka tak mengeluh. Senyuman tetap terukir di wajah mereka saat satu per satu kotak makanan diberikan kepada para wali santri. Para wali santri yang menerima pun merasa terharu. Mereka tidak menyangka bahwa di tengah kondisi yang sulit, anak-anak mereka dan teman-temannya tetap berusaha untuk berbagi.🌟
🎥Salah satu wali santri Merekam Cuplikan di akhir video singkat tadi,. Ia merasa begitu bangga melihat ketulusan dan kepedulian para santriwati Ponpes Dar Maryam. Meskipun batal berbuka bersama, tetap menunjukkan hati yang besar. “ Santriwati dar maryam mengantar makanan berbuka kepada wali santri yang tidak bisa turun mobil karna hujan,” Kata-kata itu membuat keluarga besar pesantren dar maryam pun ikut terharu.💞
🥂Di sudut lain, seorang santriwati tersenyum meski dirinya basah kuyup. Baginya, kebahagiaan bukan sekadar tentang menikmati hidangan buka puasa bersama, tetapi tentang berbagi dengan orang lain. 🥣
Ustazah yang mendampingi mereka juga merasa bangga dengan ketulusan para santriwati. inilah esensi dari Ramadan, yaitu ketulusan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. “Allah pasti melihat perjuangan dan ketulusan,”
Setelah semua hidangan terbagi, mereka kembali ke asrama dengan perasaan campur aduk. Ada kelelahan, ada kesedihan, tapi juga ada kebahagiaan yang sulit dijelaskan. Malam itu, mereka berbuka puasa dengan makanan sederhana yang masih tersisa di dapur pesantren. Namun, bagi mereka, kebersamaan dan makna berbagi jauh lebih berharga dibandingkan sekadar hidangan berbuka yang mewah.🍽️
Di dalam kamar asrama,. Mereka juga bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk berbuat baik meski dalam kondisi sulit. Malam itu, rasa kecewa yang sempat menggelayuti hati mereka perlahan berganti dengan ketenangan dan kebanggaan atas apa yang telah mereka lakukan.☀️
💡Kisah ini menjadi pelajaran bagi mereka dan kita semua bahwa tidak semua rencana bisa berjalan sesuai keinginan. Namun, selama niat tetap baik dan ikhlas, selalu ada kebahagiaan dalam berbagi. Ramadhan tahun ini mungkin terasa berbeda, tetapi semangat dan kehangatan yang mereka rasakan akan selalu terkenang di hati, menjadi kisah yang kelak akan mereka ceritakan kepada generasi selanjutnya.
💌dan terima kasih banyak kepada Semua kebaikan ayah, bunda, musinin, muhsinin muhsinat dan Seluruh donatur yang telah ikut berpartisipasi menginfakan sebagian hartanya untuk anak yatim, Ifthar Puasa Ramadhan 1446 H dan juga yang telah memberikan berupa sembako di bulan Ramadhan 1446 H, Semoga Allah melimpahkan rahmat dan rezeki , Semoga Allah membalas setiap amal kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda, menjadikan harta berkah, dan menggantinya dengan rezeki yang lebih luas, Semoga setiap donasi yang diberikan menjadi ladang pahala yang tak terputus dan menjadi cahaya di hari akhir kelak. Aamiin, ya Rabbal Aalamiin
Atas Perhatian dan Kerjasamanya Kami Ucapkan Jazakumullah Khairan Wabarakallhu Fiikum